Kehilangan Jati Diri

al-quran

Kita sepakat saat ini akhir zaman. Sudah sangat banyak bukti dan alasan. Seorang muslim, disaat-saat seperti ini, sangat butuh sekali panduan, agar tetap berada dijalur yang aman.

Namun, kita banyak kehilangan jati diri, sebagai muslim tidak percaya diri, mempedomani aturan dari Ilahi.

Saatnya kita percaya, panduan islam akan menuntun kita, untuk selamat akhirat dan juga dunia. [yif]

Advertisements

Menangis Dalam Diam

Saat yang paling indah dan menenangkan dalam suatu hari merenung adalah saat 1/3 malamnya. Dikala orang-orang terlelap dalam mimpi indahnya, kita menegakkan kelopak mata, untuk menghadap Sang pemilik alam semesta.

Disanalah waktu istimewa. Saat itu juga waktu emas bermunajat kepada-Nya, memang Dia memerintahkan dalam firman Nya, untuk sedikit tidur dan tegak dihadapan Nya.

Kalau kita berhasil mendapatkan waktu itu, ingatlah kesalahan, berusaha menangis, karena kita berada diwaktu yang sangat berharga.

Tidak mudah mendapatkan waktu itu, butuh niat yang ikhlas, usaha yang sungguh-sungguh, dan berdoa kepadaNya agar dimudahkan oleh Nya.

Sekali lagi, berdoalah, mohon ampunlah, fikirkanlah, langkah apa yang akan dijalani dalam hidup ini. Mohon petunjuk kepada Nya.

Lagi, menangislah, atau buat diri kita menangis, walau menangis dalam diam. Wassalam.

Pekanbaru, Saat Gerimis Hujan

7 Rabiul Awal 1439

25 Nov 2017

Mahfuzhot

Bukan tulisan pribadi. Syukron jazakallah bagi yang membuat. Dapat dari WhatsApp.

*

1. مَنْ جَدَّ وَجَدَ
1. Siapa bersungguh-sungguh dia berhasil.

2. مَنْ سَارَ عَلَى الدَرْبِ وَصَلَ
2. Siapa berjalan pada relnya akan sampai.

3. مَن صَبَرَ ظَفِرَ
3. Siapa bersabar berhasil.

4. مَنْ قَلَّ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيْقُهُ
4. Siapa sedikit kejujurannya, sedikit temannya.

5. جَالِسْ أَهْلَ الصِدْقِ وَ الوَفَاءِ
5. Bergaullah dengan orang jujur dan menepati janji.

6. مَوَدَّةُ الصَدِيْقِ تَظْهَرُ وَقْتَ الضِيْقِ
6. Kasih sayang teman tampak pada waktu kesempitan.

7. وَمَااللَّذَّةُ إِلاَّ بَعْدَ التَعَبِ
7. Tak ada kenikmatan kecuali setelah susah payah.

8. الصَبْرُ يُعِيْنُ عَلَى كُلِّ عَمَلٍ
8. Kesabaran membantu atas setiap pekerjaan.

9. جَرِّبْ وَلاَحِظْ تَكُنْ عَارِفًا
9. Coba dan perhatikan, kau akan jadi tahu.

10. اطْلَبِ العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلىَ اللَحْدِ
10. Tuntutlah ilmu sejak buaian hingga liang lahat.

11. بَيْضَةُ اليَوْمِ خَيْرٌ مِنْ دَجَاجَةِ الغَدِ
11. Telur hari ini lebih baik dari ayam besok hari.
(Apa yang ada hari ini nikmati dan syukuri, karena apa yang kita angan angan esok hari belum tentu ada dan belum tentu, bisa kita nikmati, karena ajal mengintai kita sewaktu waktu)

12. الوَقْتُ أَثْمَنُ مِنَ الذَهَبِ
12. Waktu itu lebih berharga daripada emas.
(Karena waktu yang telah berlalu tidak akan kembali lagi)

13. العَقْلُ السَلِيْمُ فىِ الجِسْمِ السَلِيْمِ
13. Pikiran yang sehat terdapat pada badan yang sehat.

14. خَيْرُ جَلِيْسٍ فىِ الزَمَانِ كِتَابٌ
14. Sebaik-baik teman duduk sepanjang waktu adalah buku.

15. مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ
15. Siapa menanam dia akan memetik.

16. خَيْرُ الأَصْحَابِ مَنْ يَدُلُّكَ عَلَى الخَيْرِ
16. Sebaik-baik kawan adalah yang menunjukkanmu pada kebaikan.

17. لَوْلاَ العِلْمُ لَكَانَ النَاسُ كَالبَهَائِمِ
17. Jika tak ada ilmu maka pasti manusia seperti binatang.

18. العِلْمُ فىِ الصِغَرِ كَالنَقْشِ عَلَى الحَجَرِ
18. Pengetahuan pada waktu kecil seperti lukisan di atas batu.

19. لَنْ تَرْجِعَ الأَيَّامُ التِى مَضَتْ
19. Tak akan kembali hari-hari yang telah berlalu.

20. تَعَلَّمَنْ صَغِيْرًا وَاعْمَلْ بِهِ كَبِيْرًا
20. Belajarlah pada waktku kecil dan amalkan dia saat kau besar.

21. العِلْمُ بِلاَ عَمَلٍ كَالشَجَرِ بِلاَ ثَمَرٍ
21. Ilmu tanpa diamalkan bagaikan pohon tanpa buah.

22. الإِتِّحَادُ أَسَاسُ النَجَاح
ِ 22. Persatuan adalah dasar keberhasilan.

23. لَا تَحْتَقِرْ مِسْكِيْنًا وَكُنْ لَهُ مُعِيْنًا
23. Jangan menghina orang miskin dan jadilah penolong baginya.

24. الشَرَفُ بِالأَدَبِ لَابِالنَسَبِ
24. Kemuliaan itu dengan adab bukan karena keturunan.

25. سَلَامَةُ الإِنْسَانِ فِى حِفْظِ اللِّسَانِ
25. Keselamatan manusia ada pada menjaga pembicaraannya.

26. آدَبُ المَرْءِ خَيْرٌ مِنْ ذَهَبِهِ
26. Perilaku (baik) seseorang lebih baik dari emasnya.

27. سُوْءُ الخُلُقِ يُعْدِى
27. Kejelekan perilaku itu menular.

28. آفَةُ العِلْمِ النِّسْيَانُ
28. Bencana pengetahuan adalah lupa.

29. إِذَا صَدَقَ العَزْمُ وَضَحَ السَّبِيْلُ
29. Jika benar tekadnya maka akan jelas perjalanannya.

30. لَا تَحْتَقِرْ مَنْ دُوْنَكَ فَلِكُلِّ شَىءٍ مَزِيَّةٌ
30. Jangan menghina orang yang lebih rendah darimu, karena setiap sesuatu memiliki kelebihan.

31. اَصْلِحْ نَفْسَكَ يَصْلُحْ لَكَ النَّاسُ
31. Perbaiki dirimu, maka akan baik kepadamu semua manusia.

32. فَكِّرْ قَبْلَ أَنْ تَعْزِمَ
32. Berpikirlah sebelum bertindak.

33. مَنْ عَرَفَ بُعْدَ السَّفَرِ اِسْتَعَدَّ
33. Siapa yang mengetahui jauhnya perjalanan dia akan bersiap-siap.

34. مَنْ حَفَرَ حُفْرَةً وَقَعَ فِيْهَا
34. Siapa menggali lobang akan terposok ke dalamnya.

35. عَدُوٌّ عَاقِلٌ خَيْرٌ مِنْ صَدِيْقٍ جَاهِلٍ
35. Musuh yang cerdas lebih baik dari kawan yang bodoh.

36. مَنْ كَثُرَ إِحْسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ
36. Siapa yang banyak kebaikannya maka banyak sahabatnya.

37. اِجْهَدْ وَلَا تَكْسَلْ وَلَا تَكُ غَافِلًا # فَنَدَامَةُ العُقْبَى لِمَنْ يَتَكَاسَلُ
37. Bersungguh-sungguhlah dan jangan malas dan jangan jadi lalai, karena penyesalan mendalam itu adalah milik mereka yang bermalas-malasan.

38. لَا تُؤَخِّرْ عَمَلَكَ إِلَى الغَدِ مَاتَقْدِرُ أَنْ تَعْمَلَهُ اليَوْمَ
38. Jangan tunda pekerjaanmu hingga besok, apa yang dapat kau kerjakan hari ini.

39. اُتْرُكِ الشَّرَّ يَتْرُكْكَ
39. Tinggalkannlah kejahatan itu, dia pasti meninggalkanmu.

40. خَيْرُ النَّاسِ اَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَاَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
40. Sebaik-baik manusia adalah yang terbaik akhlaknya dan paling bermanfaat bagi manusia.

41. فِى التَّأَنِّى السَّلَامَةُ وَفِى العَجَلَةِ النَّدَامَةُ
41. Dalam kehati-hatian ada keselamatan dan dalam ketergesa-gesaan ada penyesalan.

42. ثَمْرَةُ التَفْرِيْطِ النَدَامَةُ وَثَمْرَةُ الحَزْمِ السَلاَمَةُ
42. Buah dari penyia-nyiaan adalah penyesalan dan buah dari keteguhan adalah keselamatan.

43. الرِّفْقُ بِالضَّعِيْفِ مِنْ خُلُقِ الشَّرِيْفِ
43. Kasih sayang pada yang lemah termasuk akhlak yang mulia.

44. فَجَزَاءُ سَيَّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا
44. Balasan dari kejelekan adalah kejelakan yang setimpal.

45. تَرْكُ الجَوَابِ عَلَى الجَاهِلَ جَوَابٌ
45. Meninggalkan jawaban untuk orang bodoh adalah jawabannya.

46. مَنْ عَذُبَ لِسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ
46. Barang siapa yang manis tutur katanya banyak sahabatnya.

47. إِذَا تَمَّ العَقْلُ قَلَّ الْكَاَةمُ
47. Jika sempurna akal seseorang maka sedikit bicaranya.

48. مَنْ طَلَبَ اَخًا بِلَا عَيْبٍ بَقِيَ بِلَا اَخٍ
48. Barang siapa yang mencari kawan tanpa aib maka dia tetap tidak memiliki kawan.

49. قُلِ الحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًّا
49. Katakanlah yang benar meskipun pahit.

50. خَيْرُ مَالِكَ مَا نَفَعَكَ
50. Sebaik-baik hartamu adalah yang memberikan manfaat bagimu.

51. خَيْرُ الأُمُوْرِ أَوْسَطُهَا
51. Sebaik-baik perkara adalah pertengahan.

52. لِكُلِّ مَقَامٍ مَقَالٌ وَلِكُلِّ مَقَالٍ مَقَامٌ
52. Setiap tempat ada kata-katanya (yg cocok) dan setiap kata-kata ada tempatnya (yg cocok.

53. إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
53. Jika kamu tidak malu maka berbuatlah sekehendakmu.

54. لَيسَ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ فَقِيْرًا بَلْ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ بَخِيْلًا
54. Bukannya aib bagi mereka yang miskin, tapi aib itu milik mereka yang pelit.

55. لَيْسَ اليَتِيْمُ الَّذِى قَدْ مَاتَ وَالِدُهُ بَلْ اليَتِيْمُ يَتِيْمُ العِلْمِ وَالأَدَبِ
55. Bukannya yatim itu yang telah mati orang tuanya, tapi yatim itu adalah yang tidak memiliki ilmu dan sopan santun.

56. لِكُلِّ عَمَلٍ ثَوَابٌ وَلِكُلِّ كَاَامٍ جَوَابٌ
56. Setiap pekerjaan ada balasannya dan setiap perkataan ada jawabannya.

57. وَعَامِلِ النَّاسَ كَمَا تُحِبُّ أَنْ يُعَامِلُوْكَ
57. Dan perlakukanlah manusia sebagaimana kamu ingin diperlakukan.

58. هَلَكَ اِمْرُؤٌ لَمْ يَعْرِفْ قَدْرَهُ
58. Hancurlah seseorang yang tidak mengetahui kemampuannya.

59. رَأْسُ الذُّنُوْبِ الكَذِب
59. Otak dari dosa adalah kebohongan.

60. مَنْ ظَلَمَ ظُلِمَ
60. Siapa yang menzalimi akan terzalimi.

61. لَيْسَ الجَمَالُ بِأَثْوَابٍ تُزَيِّنُنَا إِنَّ الَجمَالَ جَمَالُ العِلْمِ وَالأَدَبِ
61. Bukannya keindahan itu dengan pakaian yang menghiasi kita tapi keindahan itu adalah keindahan ilmu dan adab.

62. لَا تَكُنْ رَطْبًا فَتُعْصَرَ وَلَا يَابِسًا فَتُكَسَّرَ
62. Jangan kamu lemah nanti kamu diperas dan jangan keras nanti kamu dipatahkan.

63. مَنْ اَعَانَكَ عَلَى الشَّرِّ ظَلَمَكَ
63. Barang siapa yang membantumu melakukakan kejelekan, dia menzalimimu.
(Membantu berbuat dosa sama dengan pelaku dosa)

64. العَمَلُ يَجْعَلُ الصَّعْبَ سَهْلًا
64. Tindakan, membuat yang sulit menjadi mudah.

65. أَخِىْ لَنْ تَنَالُ العِلْمَ إِلَّا بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ: ذَكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَ طُوْلُ زَمَانٍ
65. Saudaraku! Kamu tidak akan mendapat ilmu kecuali dengan enam perkara, akan ku berikan perincian dengan jelas : Kecerdasan, Harta Benda, Ketamakan, Mempergauli Ustadz Kesungguhan Waktu yang panjang.

66. مَنْ تَأَنَّى نَالَ مَا تَمَنَّى
66. Barang siapa yang berhati-hati maka dia akan mendapatkan apa yang dia impikan.

67. اُطْلُبِ العِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنِ
67. Tuntutlah ilmu itu walaupun ke negeri Cina.

68. النَّظَافَةُ مِنَ الْإِيْمَانِ
68. Kebersihan adalah bagian dari iman.

69. إِذَا كَثُرَ الـمَطْلُوْبُ قَلَّ الـمُسَاعِدُ
69. Jika perminataan terlalu banyak, sediki yang membantu.

70. لَا خَيْرَ فِى لَذَّةٍ تَعْقِبُ نَدَمًا
70. Tak ada kebaikan pada kenikmatan yang diiringi penyesalan.

71. تَنْظِيْمُ العَمَلِ يُوَفِّرُ نِصْفَ الوَقْتِ
71. Mengatur pekerjaan akan menghemat setengah waktu.

72. رُبَّ أَخٍ لَمْ تَلِدْهُ وَالِدَةٌ
72. Banyak saudara yang tidak dilahirkan oleh seorang ibu.

73. دَاوُوا الغَضَبَ بِالصُّمْتِ
73. Obatilah kemarahan itu dengan diam.

74. الكَاَِمُ يَنْفُذُ مَا لَا تَنْفُذُهُ الإِبَرُ
74. Perkataan itu menembus apa yang tak ditembus oleh jarum.

75. لَيْسَ كُلُّ مَا يَلْمَعُ ذَهَبًا
75. Tidak setiap yang berkilap itu adalah emas.

76. سِيْرَةُ الـمَرْءِ تُنْبِئُ عَنْ سَرِيْرَتِهِ
76. Tindak tanduk seseorang menunjukkan kepribadiannya.

77. قِيْمَةُ الـمَرْءِ بِقَدْرِ مَا يُحْسِنُهُ
77. Nilai seseorang sesuai dengan kebaikan yang dilakukannya.

78. صَدِيْقُكَ مَنْ اَبْكَاكَ لَا مَنْ اَضْحَكَكَ
78. Sahabatmu adalah yang membuatmu menangis bukan yang membuatmu tertawa.

79. عَثْرَةُ القَدَمِ اَسْلَمُ مِنْ عَثْرَةِ اللِّسَانِ
79. Terpelesetnya kaki lebih aman dari terpelesetnya lidah.

80. خَيْرُ الكَاَُمِ مَا قَلَّ وَدَلَّ
80. Sebaik-baik kata adalah yang ringkas dan mengena.

81. كُلُّ شَيْءٍ إِذَا كَثُرَ رَخُصَ إِلَّا الاَدَبُ
81. Segala sesuatu jika kebanyakan akan murah kecuali sopan santun.

82. أَوَّلُ الغَضَبِ جُنُوْنٌ وَآخِرُهُ نَدَمٌ
82. Awal kemarahan adalah kegilaan dan berakhir dengan penyesalan.

83. العَبْدُ يُضْرَبُ بِالعَصَا وَالحُرُّ يَكْفِيْهِ بِالإِشَارَةِ
83. Budak itu dipukul dengan tongkat sedangkan orang yang merdeka itu cukup dengan isyarat.

84. اُنْظُرْ مَا قَالَ وَلَا تَنْظُرْ مَنْ قَالَ
84. Perhatikan apa yang dikatakan dan jangan perhatikan siapa yang mengatakan.

85. الحَسُوْدُ لَا يَسُوْدُ
85. Pendengki tak akan bahagia.

86. الأَعْمَالُ بِخَوَاتِمِهَا
86. Semua pekerjaan tergantung penghujungnya.

Sah, Lakukan Langkah Pasti Sekarang!

Saya sedang memotivasi anda semua wahai pemuda-pemudi islam. Maka, termotivasilah!

Bismillah.

Populasi dunia selalu berubah. Begitu juga populasi di indonesia. Ada masa dimana penduduk indonesia yang berumur produktif (15-64 tahun) jauh lebih banyak dibanding usia nonproduktif (dibawah 15 tahun dan diatas 65 tahun). Sebagai gambaran pada tahun 2015, Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) merilis, setiap 100 orang usia produktif, ada 49 penduduk usia nonproduktif (Bappenas RI). Ini terus meningkat dan puncaknya terjadi 2020-2030 (UNFPA, 2015). Ambil intinya, sekitar 3-13 tahun dari sekarang penduduk indonesia di dominasi anak-anak muda!. Inilah yang disebut dengan Bonus Demografi. Dan itu mayoritas muslim!

Nah, bonus demografi ini harus benar-benar termanfaatkan. Buah manis apa yang akan kita petik dari hasil langkah kita sekarang sehingga memberikan dampak yang besar pada tahun yang akan datang. Termasuk membentuk diri kita sendiri. Seperti kuat keimanan, hafal qur’an, hafal hadits, bisa bahasa arab dan 4 bahasa resmi dunia lainnya, tangguh dalam berdakwah, menguasai sains dan teknologi dan keahlian lainnya. Wahai pemuda-pemudi islam, jika anda sekarang berumur 12 tahun atau lebih, maka anda yang saya maksud, saya juga. Saya sedang memotivasi anda semua wahai pemuda-pemudi islam. Maka, termotivasilah! Apa yang akan anda perbuat? Setelah mengetahui fakta ini?

Sah, lakukan langkah pasti sekarang!

21 Safar 1439

11 Oktober 2017

Pornografi Perusak Peradaban (Bag. 1)

“Teknologi akan selalu mempunyai dua sisi, dia hanyalah alat dan bebas nilai. Tergantung siapa yang ada dibelakangnya.”

Bismillah.

Ketika kita sebut pornografi maka serangkai langsung dengan masalah pornoaksi, seks bebas dan istilah yang satu rumpun dengannya. Tapi tulisan ini cukup membahas pornografi saja baik langsung maupun tidak langsung terkait dengan yang lainnya.

Pornografi sejak dulu sudah menjadi masalah kemanusiaan. Sejak mulai zaman Nabi Luth (Lot : Inggris) alaihissalam pornografi sampai sekarang menjadi bahan eksploitasi. Kejadiannya terus berulang. Misal, kasus LGBT terulang kembali zaman sekarang, begitu juga dengan kasus-kasus lainnya semacam riba, kucurangan timbangan dan lainnya. Maka, wajar jika timbul istilah baru yakni Jahiliah Modern. Kasusnya sama namun dikemas dalam bungkus yang baru dan modern. Bukan tidak mungkin azab yang ditimpakan kepada kaum yang ingkar tersebut juga ditimpakan dengan kaum sekarang. Dan itu bukan hanya menimpa pelakunya saja, namun juga orang-orang disekitarnya. Negeri atau kawasan yang sama.

Kembali ke Pornografi yang sekarang ini ditopang oleh teknologi. Teknologi akan selalu mempunyai dua sisi, dia hanyalah alat dan bebas nilai. Tergantung siapa yang ada dibelakangnya. Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat berkembang benar-benar membantu kita dalam berbagi berita, video, audio dan gambar. Website-webiste bermunculan. Sosial media menjamur. Dulu orang mengenal Friendster, kemudian ada BBM, kemudian ada Facebook dengan begitu orang mengenal istilah Wall, Share, Comment, Like, Fanpage, dan Group. Kemudian muncul Twitter yang menampilkan gaya lain dari sosial media. Dari sini orang mengenal Retweet, Kultwit dan sebagainya. Kemudian ada WhatsApp dengan begitu orang mengenal Group dan Broadcast. Sosial media yang bersifat personal ini pada akhirnya diakuisisi oleh Facebook.

Kemudian ada Telegram dengan begitu orang mengenal Channel. Kemudian orang mengenal Instagram dan berbagai sosmed lainnya. Yang setiap masa tingkat popularitasnya terus berubah dan bisa saja satu sosial media hilang dan digantikan dengan sosial media yang baru. Ini baru sosial media yang biasa di masyarakat Indonesia, jika melihat negara lain, Cina misalnya maka mereka lebih mengutamakan sosial media buatan dalam negeri mereka seperti WeChat. Semua ini tentu beriringan dengan perkembangan smartphone yang berkemampuan sama dan lebih dengan kemampuan komputer dan laptop. Jarak benar-benar hilang dalam konteks ini.

Begitu mudah manfaat yang didapat ternyata begitu mudah pula dampak buruk yang timbul. Dalam hal yang kita bahas sekarang ini, pornografi misalnya. Pornografi dan segala turunan dan jurusnya begitu masif dan terang-terangan. Mulai dari gambar, cerita dewasa, channel Youtube, Fanpage Facebook, Twitter, GIF WhatsApp, Sticker Telegram, Majalah baik offline maupun online, Video, bahkan video yang diproduksi oleh warga kita dengan kategori humor dan komedi, sampai aplikasi smartphone yang mensuplai gambar, video bahkan Live Chat seklalipun. Ini sangat banyak di Play Store. Lalu ada game. Semua ini belum terjamah dan merebak di smartphone masing-masing. Tingal klik saja, semua tersedia. Di luar negeri bahkan pornoaksi dan pornografi, biasanya negara-negara Asia timur di Game-Show kan. Dilumrahkan. Di indonesia yang sejenis itu juga ada. Belum lagi bisnis kelas teri sampai kelas kakap terkait prostitusi, di kota-kecil dan kota besar, kota metropolitan sampai kota tersibuk diseluruh dunia menjajakan ini.

Belum lagi merambah Dark Web. Istilah yang menggambarkan kawasan internet yang tidak ter-index oleh Google. Juga disebut kawasan Union yang hanya bisa diakses dengan Peramban Tor, tidak dengan Chrome atau Firefox. Tidak diketahui berapa luasnya kawasan Onion ini karena kawasannya bersifat secret, anonymous, personal dan sangat liar…

21 Safar 1439

11 Oktober 2017

(Insya Allah bersambung ke Bag. 2)

Semangat Surga

Bismillah. 

Seringkali kita mendengar Semangat Pagi! untuk menggairahkan pendengar. Pagi hari biasanya orang sedang segar-segarnya. Ada lagi Semangat 45! dengan dikaitkan semangat dan usaha sungguh-sungguh pahlawan melawan penjajah pada saat itu. 
Kali ini saya ingin kenalkan Semangat Surga!. Semangat yang tidak hanya tentang di dunia ini namun lintas alam. Dua buah kata yang jika diingat mudah-mudahan timbul rasa percaya diri akan berada didalamnya kelak. Suatu frasa yang jika di ucapkan bisa membangkitkan visi misi besar yang ingin dituju. Suatu kalimat yang jika diperjuangkan, jangankan dunia akhirat pun juga akan diraih. Insya Allah.

Semoga kita bisa meraih surga Allah Ta’ala. Dengan selalu menggelorakan semangatnya. Semangat Surga!
Ayo Gabung Channel Telegram :

t.me/YendriFernandoChannel

Blog :

https://yendrifernando.wordpress.com

Kata-Kata Penting dalam Islam dan Tulisan Arabnya

Sumber dan terimakasih kepada : http://doeta93.wordpress.com

1. Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakaatuh : السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

2. Wa’alaikmus salaam warahmatullahi wabarakaatuh : وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَـاتُهُ

3. Allah : اَللّهُ

4. Bismillaahir Rahmaanir Rahiim : بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

5. Alhamdulillahirabbil’aalamin : الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

6. Aamiin Allahumma Aamiin : آمــين اَللّهُمَّ آمــين

7. Aamiin ya Rabbal ‘Aalamiin : آمِــــــــــيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِــــــــــيْنَ

8. Astaghfirullahal ‘adhiim : اسْتَغْفِرُ اللّهَ الْعَظِيْم

9. Wallahu a’lam bish showab : وَاللّهُ أعلَم بِالصَّوَاب

10. Inna lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun : اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ

11. Shallallahu ‘alaihi wasallam : صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

12. Radhiyallahu ‘anhu : رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ

13. Radhiyallahu ‘anhaa : رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا

14. Do’a untuk pengantin : بَارَكَ اللّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرِ

15. InsyaALLAH : اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ

16. Jazaakallah khairan (untuk laki-laki) : جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا

17. Jazaakillahu khairan (untuk wanita) : جَزَاكِ اللَّهُ خَيْرًا

18. Jazaakumullahu khairan (jama’) : جَزَاكُمُ اللّهُ خَيْرًا

19. Laa haula walla quwwata illa billaah : لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللَّهِ

20. Laa ilaaha illallah : لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ

21. MasyaAllah : مَا شَآءَاللّهُ

22. Subhanallah : سُبْحَانَ اللّهِ

23. Allahu Akbar : اَللّهُ اَكْبَرُ

24. Baarakallahufik : بَارَكَ اللَّهُ فِيْك

Jawabnya: wafiika barakallah وَ فِيْك بَارَكَ اللَّهُ

Silsilah Keluarga Rasulullah ﷺ (bag.1)

Rasulullah  menikah dengan Khadijah رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا pada umur 25 tahun.

Dari sana beliau mendapatkan 4 orang anak yakni :

  1. Zainab radhiyallahu ‘anha menikah dengan Abul Ash bin Ar Rabi’ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
  2. Ruqayyah radhiyallahu ‘anha menikah dengan Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu
  3. Ummu Kultsum radhiyallahu ‘anha menikah dengan Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu (tidak bersamaan)
  4. Fathimah radhiyallahu ‘anha menikah dengan Ali bin Abu Thalib radhiyallahu ‘anhu. Kemudian melahirkan anak Hasan, Husein, Zainab dan Ummu Kultsum radhiyallahu ‘anhum.

Rasulullah setelah wafatnya Ummul Mukminin Khadijah radhiyallahu ‘anha maka menikah dengan Aisyah anak dari Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu.

Dari sini bisa kita ambil pelajaran bahwa Rasulullah  memang ingin membangun kekerabatan yang sangat kuat dengan 4 orang sahabat beliau. 3 orang sahabatnya dinikahkan dengan anaknya. Dan anak sahabatnya juga dijadikan istri beliau.

Sumber : 

Sirah Nabawiyah, Syaikh Shafiyyur Rahman Al Mubarakfury. Cetakan ke 36 Mei 2012. Terjemahan. Penerbit Pustaka Al Kautsar.

Judul Asli : Ar-Rahiqul Makhtum Bahtsun Fis-Sirah An-Nabawiyah Ala Shahibiha Afdhalish Shalati Was-Salam. Penerbit : Darus Salam, Riyadh. Tahun 1414 H.