5 Kelebihan & 4 Kekurangan Sebagai Freelancer

Self-employee atau menjadi seorang freelancer diprediksi akan booming kedepannya.

Berikut ini 5 kelebihan dan 4 kekurangan menjadi seorang freelancer.

1. Punya Usaha
Langsung punya usaha. Sekarang ini banyak sekali pengangguran, dengan bekerja sebagai freelancer teman-teman bisa diartikan punya usaha yang bisa dikembangkan.

2. Bebas waktu.
Dengan bekerja sebagai freelancer teman-teman punya kebebasan dari segi waktu. Teman-teman bisa memutuskan jam kerja sendiri, kapan harus libur dan kapan harus kembali bekerja.

3. Penghasilan tidak terbatas.
Dengan bekerja sebagai freelancer teman-teman memiliki potensi berpenghasilan yang tidak terbatas tentu saja kembali ke seberapa gigih teman-teman untuk mengupayakannya.

4. Memiliki sumber penghasilan lebih dari satu.
Keuntungan lainnya, teman-teman bisa mendapatkan penghasilan lebih dari satu pada saat yang sama.

5. Bekerja dimana saja.
Dengan bekerja sebagai freelance, teman-teman bisa bekerja dari mana saja dan klien bisa dari manasaja baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

4 Kekurangan kerja sebagai Freelancer

1. Sulit diawal.
Memang benar akan terasa sulit diawal. Tapi (Insya Allah) bisa diatasi dengan belajar dan mengikuti jejak guru atau teman yang sudah berhasil duluan. Tinggal dicontoh bagaimana cara mereka bekerja.

2. Penghasilan diawal kecil.
Iya. Sebagai Freelancer, harus sabar diawal. Penghasilan kita tidak langsung besar. (Insya Allah) akan naik seiring pengorbanan yang dikorbankan seperti waktu, uang, tenaga pikiran, dll

3. Sulit mencari klien.
Sama dengan sebelumnya. Kita harus banyak belajar bagaimana mendapatkan klien lokal bahkan luar negeri. Dan bagaimana mereka membeli atau menggunakan jasa kita lagi. Salahsatu tipsnya adalah banyak gabung di komunitas.

4. Dianggap tidak bekerja.
Hal ini wajar. Tinggal kita sampaikan bahwa kita seorang Freelancer. Seiring berjalannya waktu bisa disampaikan bahwa menjadi freelancer juga tidak kalah dengan bekerja kantoran. Bahkan ada yang berhenti bekerja demi menjadi seorang fulltime-freelancer. Tentu saja ada proses menuju kesana.

Demikian. Semoga menjadi insight atau ilmu baru bagi teman-teman yang mau terjun sebagai Freelancer.

Advertisements

Cara Buat Animasi Bendera Berkibar

Assalamu’alaykum.

  1. Buat dahulu gambar benderanya. Caranya lihat video ini. Video tsb untuk bendera tauhid. Silahkan disesuaikan untuk bendera lainnya.
  2. Animasikan benderanya menggunakan apliaksi Blender. Caranya lihat disini.

Untuk Aplikasi Blender bisa di unduh disini.

Terimakasih.

Untuk diskusi bisa kesini (WA) : 0896.2086.7767

Unduh 69 Ebook Wakaf Rumah Fiqih Indonesia. Gratis!

Keterang dari Rumah Fiqih Indonesia (RFI) :

  1. Buku pdf ini diformat untuk nyaman dibaca pakai HP, meski tetap bisa dengan laptop, desktop atau tablet.
  2. Untuk nyamannya disarankan hp android diinstall sidebooks
  3. Buku ini waqaf dari pengarangnya. Doakan agar beliau-beliau selalu mendapatkan kebaikan di dunia dan akhirat. Amin.
  4. Silahkan share link ini disini biar Anda pun ikut kebagian pahala menyebarkan ilmu

Klik disini : https://www.rumahfiqih.com/pdf/

Segera terbit 159 Buku lagi. Klik disini.

Dakwah, Mulai dari : Sekarang, Diri Sendiri, Hal Terkecil, Hal Termudah, Yang Kita Bisa

Bismillah. Alhamdulillah. Shollu ‘ala nabi.

Bagi Muslim perintah berdakwah melekat kepada pribadi masing-masing. Sedangkan berdakwah secara berjamaah hukumnya fardhu kifayah.

Untuk bisa melaksanakan perintah dakwah, maka berikut ini 5 poin yang akan mempermudahnya, yakni ;

1. Mulai dari sekarang juga. Jangan menunda-nunda.

2. Mulai dari diri sendiri. Setiap kita punya kelebihan dan potensi. Ketahui itu, sehingga menjadi sangat berguna.

3. Mulai dari terkecil. Mulai dari hal-hal terkecil.

4. Mulai dari hal-hal termudah.

5. Mulai dari apa yang kita bisa.

Jika kelima poin diatas digabungkan, maka saya yakin masing-masing kita akan menemukan jalan dakwahnya.

Berdakwah dapat dilakukan ;

1. Dengan tangan atau kekuatan, pengaruh, kekuasaan.

2. Dengan lisan.

Poin ini bisa dikembangkan lagi seperti berdakwah dengan tulisan, gambar, video, status, nasyid, syair dan media-media lainnya.

Inti dari dakwah itu : menyeru kepada kebaikan dan kebajikan, mencegah dari yang mungkar.

8 Muharram 1440 h / 18 September 2018

Duri

Kumpulan Isi Blog Lengkap – Ust. Abdul Somad, Lc, MA

kumpulan blog ust somad

“The Somad Project”

Asslalamu’alaykum, bagi kawan-kawan yang ingin membaca tulisan Tuan Guru Ust. Abdul Somad, Lc, MA (Datuk Seri Ulama Setia Negara) bisa di download disini.

Update : 22 Jumadil Akhir 1439 / 10 Maret 2018

Keterangan :

  1. Tulisan Blog dari April 2010 sd Juni 2016.
  2. Ukuran : 76 MB dalam bentuk .zip. Di ekstrak dulu baru buka di browser.
  3. Untuk versi PDF (hanya tulisan April dan Juli 2010) bisa diunduh disini.

 


[IKLAN]

Gratis Template Powerpoint untuk Video Event

Mau buat video undangan event? Cuma pakai powerpoint.

Dapatkan gratis templatenya disini hanya untuk 3 orang saja sebelum rilis.

Rilis 5 November 2018 Pukul 09.00 WIB.

Caranya dengan berikan komentar terbaikmu segera.

KLIK DISINI

[Opini] Membuka Mata, Diatas Misi Menyelamatkan Moral Pemuda Islam

Indonesia akan melewati bonus demografi pada tahun 2020-2030. Yakni jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) akan jauh lebih banyak pada tahun-tahun tersebut. Pada tahun 2015 saja 51 dari 100 orang Indonesia merupakan usia produktif. Dan akan mencapai puncaknya pada tahun 2020-2030 nanti. Artinya sekitar 2-12 tahun mendatang, penduduk Indonesia akan didominasi anak-anak muda. Dan tentu saja mayoritas pemuda-pemudi islam.
Namun sayang seribu sayang, melihat gelagat fenomena zaman now, sungguh miris melihat kondisi yang menyelimuti pemuda-pemudi islam. Mulai dari masalah klasik semisal pergaulan bebas termasuk LGBT sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak, pemahaman agama para remaja dan pemuda kebanyakan saat ini sungguh minim, iman yang menjadi benteng pribadi mereka sangat tipis. Interaksi antara laki-laki dan perempuan tidak ada batasan yang jelas, bahkan karena ketidaktahuan mereka. Fenomena sosmed yang booming membuat mereka seakan tanpa batas dalam bergaul. Begitu juga LGBT yang merupakan kampanye dunia ini dilakukan secara sistematis dan terstruktur, para pendukungnya tersebar dan siap menerkam para generasi muda.
Selain itu, di Indonesia juga darurat narkoba. Bayangkan, menurut data yang cukup teranyar, Data BNN tahun 2016 saja 27% pengguna narkoba adalah pelajar dan mahasiswa (republika.co.id, 30/10/2017). Coba lihat, jika menurut BPS ada 61,83 juta pemuda di Indonesia , berarti lebih dari 16 jutanya terjangkiti narkoba. Apa ini tidak darurat? Masih menurut BNN, di dunia terdapat 200 jenis narkoba, baru 68 yang terdeteksi di Indonesia (republika.co.id, 30/10/2017), bukan tidak mungkin 132 jenis lainnya juga menyerbu Indonesia, terungkapnya Sabu-sabu seberat 3 Ton pada awal Februari lalu menjadi bukti konkretnya. (aceh.tribunnews.com, 11/2/2018). Ada yang mengatakan, yang tersembunyi jauh lebih besar. Bukan tidak mungkin pula teori berikut ini benar, 1 kapal dikorbankan untuk meloloskan beberapa kapal lainnya.
Belum lagi masalah pornografi, masalah kekerasan antar pemuda dan masalah lainnya.
Saatnya Lakukan Perbaikan
Dengan berbagai permsalahan diatas yang sebenarnya masih banyak lagi. Mari kita membuka mata, mungkinkah akan didapat generasi dambaan pada 2-12 tahun yang akan datang? Oleh karena itu dibutuhkan kerja maksimal dan berkepanjangan untuk membangun generas terbaik. Bukankah sebenarnya umat islam ini umat yang terbaik? Umat islam menjadi umat terbaik karena melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar. Tapi, bisakah umat islam melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar jika keadaannya darurat seperti diatas? Jawabannya tidak.
Oleh karena itu penulis mengajak kita semua untuk melakukan perbaikan, bahasa mudahnya berdakwah. Baik itu mengajak keluarga maupun umat secara keseluruhan terkhusus untuk remaja dan pemuda. Mengajak mereka untuk mau belajar agama sebagai pengendali dan benteng awal dalam menanggulangi semua persoalan diatas. Setelahnya baru solusi-solusi lainnya.
Bukankah ketika remaja dan pemuda mengetahui tata cara bergaul yang benar akan lebih menjaga hubungan sosialnya? Bukankan mereka yang tahu halal dan haram akan menjadi benteng kokoh dalam kehidupannya? Saatnya membentuk komunitas-komunitas kajian islam sebanyak mungkin agar lebih banyak menjaring remaja dan pemuda untuk ikut bergabung. Saatnya menelurkan program-program segar dan produktif agar remaja dan pemuda bisa berpartisipasi dengannya. Sembari membesarkan program-program islami yang sudah ada. Alhamdulillah, saat sekarang ini sedang booming istilah ngaji, hijrah, gaul syar’ie, hijab syar’i dan istilah-istilah lainnya. Namun, itu semua masih sangat jauh dari cukup. Inilah misi menyelamatkan generasi. Wallahu a’lam bish showwab. []

Yendri Ikhlas Fernando, ST
Pekanbaru, Aktivis Islam

[Liputan] Gagahnya ‘Big Rayah’ di Langit Sumatera Barat

Cerita ini berawal ketika penulis dan teman-teman aktivis islam lainnya (kalau boleh penulis sebut begitu) melakukan perjalan dakwah dari Pekanbaru, Prov. Riau ke Provinsi Sumatera Barat. Ada beberapa tujuan kami, selain untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, juga adalah untuk mengibarkan Panji Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ukuran besar yakni 4×6 meter yang kami sebut Big Rayah.
Kami berangkat pada Jumat pagi (16/2) sebanyak 15 orang menggunakan 2 mobil. Spot pertama yang kami buru adalah Kelok Sembilan. Big Rayah kami bentangkan di jembatan utama. Selain untuk dokumentasi pribadi momen ini juga menarik perhatian orang-orang lain yang berada disana. Selain di jembatan utama kami juga membentangkan di bagian bawah jalan.
Gambar 1 : Big Rayah di Kelok Sembilan (a)
Gambar 2 : Big Rayah di Kelok Sembilan (b)
Selanjutnya perjalanan kami lanjutkan ke Kota Bukittinggi, sebelumnya kami merencanakan akan mengambil momen juga di Istana Pagaruyung, Batusangkar, namun karna perjalanan yang cukup lama dan tidak sempatnya waktu maka kami meniadakan kunjungan ke Istana yang dibagun pertama kali pada abad 17 dan pernah terbakar pada Perang Padri pada Tahun 1804 itu.

Dalam perjalanan ke di Kota Bukittinggi, kami singgah sebentar di Lembah Harau, Kota Payakumbuh dan juga menjalankan misi kami disana untuk membentangkan Big Rayah. Sembari menikmati indahnya kekuasaan Allah Ta’ala.
Setelah usai, kami lasngsung melanjutkan perjalanan. Akhirnya, kami sampai di Kota Bukittingi saat adzan Isya berkumandang. Sejenak kami beristirahat disebuah rumah yang sudah kami hubungi untuk bisa ditempati selama satu malam, sang pemilik rumah masih bagian dari keluarga salah seorang diantara kami. Pada sekitar pukul 21.00 kami sempat mengunjungi Jam Gadang walaupun tidak sempat membentangkan Big Rayah. Lokasi tempat kami menginap dan Jam Gadang berjarak sekitar 11 km. Setelah usai sedikit berkeliling, selanjutnya kami kembali ke rumah dan beristirahat untuk bisa melanjutkan perjalanan esok harinya.
Esok harinya, Sabtu (17/2) hari begitu cerah, sinar matahari agak terlambat keluar menyinari karena lokasi dikelilingi perbukitan dan gunung. Setelah usai sholat subuh, kami pun bergegas untuk pergi lagi ke Kota Bukittinggi. Sembari menikmati pemandangan Gunung Marapi dan Gunung Singgalang, dalam perjalanan kami juga melihat Museum Rumah Kelahiran H. Agus Salim rahimahullah. Beliau adalah seorang muslim yang taat, cerdas, diplomat ulung dan juga salahsatu founding fathers Indonesia. Yang pada tahun 1915 bergabung dengan Sarekat Islam. Benar, disinilah lahirnya H. Agus Salim, Koto Gadang, yang tugunya juga sempat kami abadikan lewat sebuh foto nantinya
Di Kota Bukittinggi ada beberapa spot yang kami singgahi untuk membentangkan Big Rayah. Diantaranya Ngarai Sianok, Panorama, Janjang Koto Gadang, dan Lobang Jepang walaupun kami tidak sempat membentangkan Big Rayah di Lobang peninggalan Jepang ini, tempatnya Romusha dahulu. Disini kami cukup terenyuh bagaimana membayangkan kerasnya perjuangan para rakyat Indonesia dulu, melubangi bukit dengan hanya diberi makanan bubur, jika tidak produktif lagi maka tinggal dieksekusi. Ini juga menjadi pengingat bagi kami untuk tidak membiarkan Indonesia ini dijajah kembali, termasuk dijajah dari segi peraturan dan pemikiran.
Gambar 2b : Big Rayah di Lembah Harau
Gambar 3 : Big Rayah di Ngarai Sianok (a)
Gambar 3b : Big Rayah di Ngarai Sianok (b)
Gambar 4 : Big Rayah di Panorama
Gambar 5 : Teman Penulis di Tugu Kelahiran H. Agus Salim yang diresmikan pada tahun 2013 oleh Tifatul Sembiring
Gambar 5b : Teman penulis di Janjang Koto Gadang, juga disebut sebagai Replika The Great Wall, Cina
Gambar 6 ; Rayah di Puncak Janjang Koto Gadang, Big Rayah tidak sempat difoto
Ada pengalaman yang menarik saat kami disarankan untuk memasang Big Rayah di salahsatu sudut Janjang Koto Gadang oleh salahsatu petugas kebersihan disana, ternyata dia juga menyukai Panji Syahadatain ini. Beliau juga memiliki ghirah islam yan tinggi dan mengikuti isu keislaman yang terkini dan juga memiliki kesadaran yang cukup Islam. Cukup lama kami mengobrol, sayang penulis tidak ada menanyakan namanya. Barakallah Pak.
Selanjutnya, perjalanan kami lanjutkan menuju Puncak Lawang dan Danau Maninjau yang terletak di Kab. Agam. Saat kami di Danau Maninjau, kami tidak sempat mengambil momen karena hujan sangat lebat. Kami singgah sebentar untuk Sholat Ashar dan Zuhur yang di Jama’ dan Qashar. Sehabis sholat penulis berkeliling masjid dan melihat sebuah poster sebuah pesantren yang dinisbatkan namanya ke Prof. Buya Hamka. Iya, ulama yang kharismatik, fenomenal dan pelaku sejarah itu memang lahir di Kampung Molek, Maninjau.
Selanjutnya, perjalanan kami lanjutkan menuju Puncak Lawang, meskipun hari juga hujan, kami tetap membentangkannya dikelilingi oleh awan yang cukup pekat yang menghalangi pandangan kami ke pemandangan sekeliling, sehingga tidak dapat melihat Danau Maninjau dari atas puncak.
Gambar 7 ; Big Rayah di Puncak Lawang
Terakhir, sebelum matahari terbenam kami membentangkan Big Rayah di Pantai Artha, Kab. Padang Pariaman. Pantai sudah sunyi, hanya ada kami, sembari teman-teman menikmati pantai, kami sempatkan membentangkan Big Rayah.
Gambar 8 : Big Rayah di Pantai Artha
Selepas Isya, kami berangkat pulang ke Pekanbaru. Kami bahagia bisa menjalankan misi dakwah ini, tujuan kami untuk lebih mengenalkan tentang Panji Rasulullah kepada umat islam lainnya. Semoga lain waktu di lokasi lainnya. Semoga.

Yendri Ikhlas Fernando, ST (Aktivis Islam)
Pekanbaru

Bukan Ustadz

Saya bukan ustadz abdul somad lc ma, yang hafal hadits di dalam kepala.

Bukan juga ustad adi hidayat yang ingatannya kuat tepat akurat.

Bukan juga ustadz felix siauw yang follower nya woow, pendengarnya terpukau.

Bukan juga ustadz ismail yusanto yang piawai taktis nan politis.

Bukan juga ustadz salim a fillah yang pandai memilih kata dan di pilih pilah.

Bukan juga ustadz syafiq basalamah, …

Bukan berarti,

Tidak saya sebutkan diatas bukan ustad saya,

Itu cuma keterbatasan kata saja,

Untuk mencari kata berakhiran a-a begini cukup lama,

Jadi maklumi saja.

Saya hanya,

Pembelajar yang mencoba ilmu itu dikejar,

Penuntut ilmu yang ilmunya belum kelar,

Penggiat video ceramah yang banyak tersebar,

Juga hanya,

Pembaca tulisan yang kelihatannya berkesan,

Pendengar MP tiga, yang saya copy dari teman,

Pengikut kajian, yang katanya ustad kondang.

Sekian

15022018