Pacaran >< Ta’aruf? BEDA BGT! (Pacaran dalam Islam)


© IG : @bang.yendri

Bismillah
Pacaran kalau kata Ust. Adi Hidayat (UAH), budaya melayu tempo dulu, tangan si perempuan dikasi daun pacar pas selesai lamaran, menandakan masa dia persiapan untuk menikah. Sampai disini pacaran itu boleh. (Cek video UAH di YT).

Tapi pacaran sekarang gak begitu.

Menurut KBBI : pacar/pa·car/ n teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih; kekasih;

Nah, disini letak salahnya. Yuk kita bahas

Dalam islam kehidupan antar laki-laki itu asalnya dipisah guys, laki-laki ngumpul sama laki-laki doang, juga begitu perempuan. Tapi dalam beberapa keperluan, laki-laki dan perempuan boleh aja berjumpa dalam satu momen, contohnya belajar, rapat dll. Tapi dengan syarat tidak campur baur alias dipisah tempatnya, ada jaraknya. Ini kalau rame-rame. Kalau pas berdua, boleh berbicara, seperlunya, menjaga adab kesopanan, tetap menundukkan pandangan, memandangpun seperlunya, dan tanpa syahwat (nafsu).

Tapi, sekarang ini, mulai dari SD, SMP, SMA, Kuliah dan pasca kuliah pun, udah kenal dan lakuin yang namanya pacaran. Artinya menjalin hubungan asrama, eh bukan maksudnya asmara dengan lawan jenis tanpa akad nikah. Kalau mahasiswa atau pasca-mahasiswa bisa aja alasan nya ingin menempuh pernikahan. Lha, anak SD, SMP dan SMA? Masak iya? Kalaupun iya, sangat jarang zaman sekarang. Yang ada pacarana untuk main-main. Bukan berarti yang pacarana untuk menempuh pernikahan jadi boleh. Tidak juga.

/ Yuk Kenal Ta’aruf /

Nah, khusus untuk yang memang ingin menikah ne, ada caranya sendiri dalam Islam dalam mengenal lawan jenis yang akan kita nikahi. Namanya Ta’aruf (Proses mengenal dan mendalami si calon pasangan guys).

Pacaran dan Ta’aruf ini beda banget guys, ini beberapa bedanya :

1. PACARAN prosesnya disebarluaskan, kemesraanya biasanya ditampilkan baik di dunia nyata maupun dunia maya. Sedangkan TA’ARUF. Prosesnya ditutupi, hanya diketahui oleh pihak tertentu saja, nah pas ngundang, baru deh disebarin.

2. PACARAN biasanya komunikasinya pakai kata sayang-sayangan, cinta-cintaan dan sejenis. Sedangkan TA’ARUF gak akan ada kata yang seperti itu. Komunikasi sebatas keperluan saja, bahkan kalau mau lebih menjaga, komunikasi lewat pihak ketiga.

3. PACARAN biasanya apa-apa berdua’an, mau jalan, makan, nonton, boncengan motor, satu mobil, dan aktivitas lainnya semuanya berdua’an. Sedangkan TA’ARUF, tidak akan ada aktivitas berdua’an, kalau mau berjumpa ditemani mahram si perempuan atau temen deketnya masing-masing.

4. PACARAN, targetnya gak jelas. Kalaupun punya target poin 1 sd 3 diatas masih nglakuin. Sedangkan TA’ARUF, targetnya terukur.

Nah, masih ada lagi bedanya, tapi 4 ini aja cukup dulu. Sekarang bisa bedakan kan yang mana Pacaran dan yang mana Ta’aruf?

Siap Nikah? Ta’aruf aja. Belum siap nikah? Ya persiapkan diri sampai waktunya tiba.

Kalau ada Ta’aruf, kenapa harus Pacaran?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s