[Opini] Membuka Mata, Diatas Misi Menyelamatkan Moral Pemuda Islam


Indonesia akan melewati bonus demografi pada tahun 2020-2030. Yakni jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) akan jauh lebih banyak pada tahun-tahun tersebut. Pada tahun 2015 saja 51 dari 100 orang Indonesia merupakan usia produktif. Dan akan mencapai puncaknya pada tahun 2020-2030 nanti. Artinya sekitar 2-12 tahun mendatang, penduduk Indonesia akan didominasi anak-anak muda. Dan tentu saja mayoritas pemuda-pemudi islam.
Namun sayang seribu sayang, melihat gelagat fenomena zaman now, sungguh miris melihat kondisi yang menyelimuti pemuda-pemudi islam. Mulai dari masalah klasik semisal pergaulan bebas termasuk LGBT sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak, pemahaman agama para remaja dan pemuda kebanyakan saat ini sungguh minim, iman yang menjadi benteng pribadi mereka sangat tipis. Interaksi antara laki-laki dan perempuan tidak ada batasan yang jelas, bahkan karena ketidaktahuan mereka. Fenomena sosmed yang booming membuat mereka seakan tanpa batas dalam bergaul. Begitu juga LGBT yang merupakan kampanye dunia ini dilakukan secara sistematis dan terstruktur, para pendukungnya tersebar dan siap menerkam para generasi muda.
Selain itu, di Indonesia juga darurat narkoba. Bayangkan, menurut data yang cukup teranyar, Data BNN tahun 2016 saja 27% pengguna narkoba adalah pelajar dan mahasiswa (republika.co.id, 30/10/2017). Coba lihat, jika menurut BPS ada 61,83 juta pemuda di Indonesia , berarti lebih dari 16 jutanya terjangkiti narkoba. Apa ini tidak darurat? Masih menurut BNN, di dunia terdapat 200 jenis narkoba, baru 68 yang terdeteksi di Indonesia (republika.co.id, 30/10/2017), bukan tidak mungkin 132 jenis lainnya juga menyerbu Indonesia, terungkapnya Sabu-sabu seberat 3 Ton pada awal Februari lalu menjadi bukti konkretnya. (aceh.tribunnews.com, 11/2/2018). Ada yang mengatakan, yang tersembunyi jauh lebih besar. Bukan tidak mungkin pula teori berikut ini benar, 1 kapal dikorbankan untuk meloloskan beberapa kapal lainnya.
Belum lagi masalah pornografi, masalah kekerasan antar pemuda dan masalah lainnya.
Saatnya Lakukan Perbaikan
Dengan berbagai permsalahan diatas yang sebenarnya masih banyak lagi. Mari kita membuka mata, mungkinkah akan didapat generasi dambaan pada 2-12 tahun yang akan datang? Oleh karena itu dibutuhkan kerja maksimal dan berkepanjangan untuk membangun generas terbaik. Bukankah sebenarnya umat islam ini umat yang terbaik? Umat islam menjadi umat terbaik karena melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar. Tapi, bisakah umat islam melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar jika keadaannya darurat seperti diatas? Jawabannya tidak.
Oleh karena itu penulis mengajak kita semua untuk melakukan perbaikan, bahasa mudahnya berdakwah. Baik itu mengajak keluarga maupun umat secara keseluruhan terkhusus untuk remaja dan pemuda. Mengajak mereka untuk mau belajar agama sebagai pengendali dan benteng awal dalam menanggulangi semua persoalan diatas. Setelahnya baru solusi-solusi lainnya.
Bukankah ketika remaja dan pemuda mengetahui tata cara bergaul yang benar akan lebih menjaga hubungan sosialnya? Bukankan mereka yang tahu halal dan haram akan menjadi benteng kokoh dalam kehidupannya? Saatnya membentuk komunitas-komunitas kajian islam sebanyak mungkin agar lebih banyak menjaring remaja dan pemuda untuk ikut bergabung. Saatnya menelurkan program-program segar dan produktif agar remaja dan pemuda bisa berpartisipasi dengannya. Sembari membesarkan program-program islami yang sudah ada. Alhamdulillah, saat sekarang ini sedang booming istilah ngaji, hijrah, gaul syar’ie, hijab syar’i dan istilah-istilah lainnya. Namun, itu semua masih sangat jauh dari cukup. Inilah misi menyelamatkan generasi. Wallahu a’lam bish showwab. []

Yendri Ikhlas Fernando, ST
Pekanbaru, Aktivis Islam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s