Selamat Datang di Akhir Zaman

Selamar datang di Akhir Zaman. Dalam banyak riwayat hadits sekarang ini akhir zaman. Kondisinya sangat rawan. Saat sesuatu yang dilarang malah dilakukan, dilakukannya bukan lagi sembunyi-sembunyi, namun terang-benderang.

Selamar datang di Akhir Zaman. Ketika sesuatu yang diperintahkan, malah ditinggalkan, bukan karena tidak tahu namun dengan kesadaran.

Selamar datang di Akhir Zaman. Saat menaati perintah dirasa sangat berat, seakan-akan seperti memegang bara api yang sedang membara. Ketika dipegang terasa panas, ketika dilepas kita bisa tersesat.

Selamat Datang di Akhir Zaman. Saat di pagi hari seseorang taat dan tidak maksiat, namun di malam hari mengerjakan perbuatan terlaknat, atau sebaliknya. Saat malam hari tahajjud dan berdo’a bermunajat. Namun pagi harinya baju dosa disemat.

Selamat Datang di Akhir Zaman. Saat orang-orang yang beriman dan taat yang bersabar akan mendapat nikmat yang amat sangat, dari Allah Rabb yang memiliki Hari Kiamat. Dan orang-orang yang tidak sabar dalam taat, dan mautnya sudah diambang sekarat, namun belum sempat bertaubat,  bisa jadi neraka menjadi alamat.

Selamat Datang di Akhir Zaman. Mari kuatkan iman.

Beruntunglah

Beruntunglah para pemuda yang sholeh, waktunya untuk kebaikan, menuntut ilmu dan beramal sholeh, waktu sempit dan lapang dia gunakan untuk sepenuhnya bermanfaat, untuk bekal di hari kiamat.

Beruntunglah para muadzin, dengan amalnya dia tidak pernah ketinggalan sholat, dapat pahala sebanyak orang yang hadir sholat, pahalanya diampuni sejauh suaranya terdengar dan dengannya orang mengingat Allah.

Beruntunglah para penuntut ilmu, dengan usahanya dia tahu cara beramal yang benar, perjalanannya adalah perjalanan jihad, kemuliaannya ditinggikan beberapa derajat, dan dimudahkan jalan ke surga.

Beruntunglah para alim ulama, mereka pewaris para nabi, dengan ilmunya orang mengingat Allah, manusia tambah takut kepada Allah, ucapannya bisa jadi ilmu yang bermanfaat yang pahalanya mengalir sampai kiamat, dengannya umat selamat dari azab Allah.

Beruntunglah para orang kaya, dengan hartanya mereka bisa menyantuni anak yatim, berinfak di jalan Allah, membangun rumah Allah, bersedekah jariyah yang pahalanya juga mengalir sampai hari kiamat.

Beruntunglah para dai, dengan lisannya mereka menyeru ke jalan Allah, manusia mendapat hidayah melalui ajakannya, melalui lisannya islam akan tetap tumbuh dan terjaga.

 

Taubat

Bismillah, Allahumma Sholli ‘Ala Muhammad

Taubat. Suatu jalan yang dibuka lebar oleh Allah pada siapapun yang beriman. Selagi nyawa dikandung badan jalan itu masih terbuka. Tidak ada kasih sayang yang lebih hebat daripada ini. Sebesar apapun dosa kita ampunan Allah lebih besar lagi. Jadi, siapapun yang mau menempuh jalan ini, jangan lagi ada keraguan.

Bersegara Kepada Ampunan Allah
Kita diperintahkan untuk bersegera menuju ampunan Allah dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Jangan menunda-nunda jika ada kesempatan untuk berbuat baik apalagi bertaubat. Perlu kita ketahui semua manusia berdosa, namun kata Rasulullah sebaik-baik yang berdosa itu adalah yang bertaubat.

Teori Relativitas Waktu Akhirat
Kalau kita di dunia ilmiah mengenal Teori Relativitas Waktu, dalam islam ternyata juga ada teori relativitas waktu yakni waktu akhirat. Jika dikaitkan dengan surat Al-Ma’arij ayat 4 satu hari akhirat berbanding 50.000 tahun dunia. Jadi, jika umur kita 70 tahun, maka itu cuma 2 menit 1 detik dibanding 1 hari akhirat. Dalam riwayat lain perbandingannya 1:1000. Maka, kita tahu dalam Al-Qur’an Allah menggunakan kata-kata “di waktu sore” atau “diwaktu pagi” untuk menunjukkan lamanya hidup kita di dunia. Itu menunjukkan sebentarnya hidup kita di dunia ini.

Jadi, jangan menunda-nunda taubat. Karena waktu sebentar di dunia ini akan menentukan “selama-lamanya” diakhirat. Berapa lama “selama-lamanya”?. Tidak 100 tahun, 1000 tahun, 100.000 tahun, 1.000.000 tahun, 1 milyar tahun karena itu masih bisa dihitung. “Selama-lamanya” itu “khoolidina fiha abada” yakni “kekal abadi selama-lamanya”.

Jadi, yuk mari kita mempersiapkan diri untuk hari esok yang kekal abadi dengan memperbanyak bertaubat kepada Sang Maha Penerima Taubat. Wallahu A’lam Bish Showwaab.[]

Jum’at, 1 Dzulqa’dah 1437 H / 5 Agustus 2016

Pekanbaru

Istimewa atau Biasa?

Sering dalam hidup ini kita dihadapkan pada dua pilihan, baik atau buruk, tercela atau terpuji, suka atau benci, istimewa atau biasa dan  jalan kebajikan atau kejahatan sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Surat Al Balad [90] ayat 10 yang artinya

“Dan Kami sudah menunjukkan kepadanya dua jalan (kebajikan dan kejahatan)”

Istimewa atau Biasa?
Biasanya pilihan menuju istimewa lebih sedikit peminatnya, karena biasanya pilihan ini cenderung berat, berliku, pahit, susah dan terjal. Namun ganjaran yang ada dibalik jalan yang rumit itu jauh lebih besar dari pengorbanan yang diberikan. Apa yang didapat setelah bersusah payah dapat mengobati seluruh usaha yang sudah dikeluarkan.

Sedangkan biasa, peminatnya cenderung banyak karena jalan ini dominan lebih mudah, mulus, manis, dan santai. Namun ganjaran yang didapat sesuai dengan usaha yang dikeluarkan.