Tentang Nuzulul Qur’an

nuzul_qur'an_yendrifernando.wordpress.com

nuzul_qur'an_yendrifernando.wordpress.com

Salahsatu ayat yang sering kita dengar dalam ceramah malam-malam Ramadhan adalah Al-Qur’an sebagai “hudallinnaas, wa bayyinaati minal hudaa wal furqoon” (Al Baqarah[2]:185) yang artinya “Al Qur’an itu petunjuk bagi manusia, dan penjelas dari petunjuk itu dan pembeda antara yang haq (benar) dan batil (salah)”. Dan “zaalikal kitaabu laaraiba fiihi hudallil muttaqiin” (Al Baaqarah[2]:2) yang artinya : “Inilah kitab yang tidak ada keraguan didalamnya petujuk bagi orang yang bertaqwa”. Pertanyaannya lalu kapan Al Qur’an ini diterapkan?

Yang sangat kontras ketika kata “kutiba” dalam Al Baqarah[2] : 183 diterapkan sedemikian rupa dan yang menentangnya akan dinilai sebagai orang salah besar. Namun kata “kutiba” dalam Al Baqarah[2] : 178 secara bersamaan tidak diterapkan? Lalu kapan Al Qur’an ini diterapkan?

Sudah jelas sekali sampai kepada kita di Bulan Ramadhan kita disemangati sedemikian rupa untuk membaca Al-Qur’an bahwa pahalanya berlipat ganda, bahwa dia akan menjadi syafa’at nantinya. Namun kita jarang disemangati untuk mengamalkannya. Kalaupun ada hanya secara umum. Lalu kapan Al Qur’an diterapkan?

Puasa di bulan Ramadhan kita jalankan karena semua orang mengerti bahwa puasa itu wajib. Jadi kapan kita akan mengerti juga bahwa ayat selain Al Baqarah[2] : 183 itu juga wajib? Lalu kapan jadinya kita terapkan Al Qur’an?

@yendrifernando

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s